Saturday, 17 October 2015

TIPS MENGHASILKAN DOLLAR DENGAN JEJARING SOSIAL TSU

Pagi sobat master-masday, kali ini saya akan berbagi tentang tips menghasilkan dollar dengan media sosial TSU. Fenomena media jejaring sosial berbasis internet yang berbayar menjadi fenomena menarik belakangan ini. TSU merupakan jejaring sosial yang didirikan Sebastian Sobczak berani menawarkan penghasilan bagi pengguna atau yang mau mendaftar di TSU. Sebastian Sobczak (pendiri TSU) berani berjanji akan membagi 90 persen penerimaannya kepada semua pengguna TSU secara proporsional dan hanya akan mengambil 10 persen untuk biaya pengelolaan dan pemeliharaan.Darimana Tsu memperoleh pendapatan yang akan dibagikan itu? Ya, darimana lagi kalau bukan dari para pemasang iklan berbagai jenis produk barang dan jasa yang perlu memperkenalkan produk barang atau jasanya. Facebook juga hidup dari iklan, demikian juga media sosial yang lain (twitter, path, instagram, dll).

Gimana sobat master-masday, menarik bukan? Selain kita bisa berinteraksi dengan jejaring sosial TSU, kita juga akan memperoleh penghasilan. Hal itu tidak kita dapatkan di facebook meski kita sudah bertahun-tahun aktif tetapi tidak mendapat penghasilan apapun kecuali hanya kesenangan belaka. Beda dengan TSU, semakin kita aktif (like) atau (komen) atau (share) postingan orang lain maka semakin besar peluang kita menghasilkan dollar dari TSU. Dan juga semakin banyak postingan yang kita terbitkan dan menuai (like) atau (share) dari pengguna lain, maka semakin besar pula penghasilan kita dari TSU.

menghasilkan dollar dengan TSU
Ini contoh halaman utama TSU saya

Langsung ke langkah-langkahnya mendaftar ke TSU:
  1. Silahkan klik DAFTAR TSU Laku klik SIGN UP.
  2. Lalu masukkan data-data anda seperti daftar di facebook atau yang lainnya.

Selamat bergabung dan bersiap menghasilkan dollar dengan TSU sambil bersosialisasi dengan teman-teman anda.

Read more ...

Saturday, 4 April 2015

SEJARAH BERDIRINYA VOC (VEREENIGDE OOST INDISCHE COMPAGNIE) 1602

Pagi sobat master-masday, kali ini akan dibahas tentang sejarah berdirinya VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie). Pada sekitar akhir abad ke-16 perairan kita didatangi bangsa-bangsa Eropa, antara lain bangsa-bangsa : Belanda, Inggris, Perancis, dan denmark. Pelaut-pelaut Inggris dan Belanda susul-menyusul tiba di Indonesia. Pada Umumnya pelaut Inggris selalu mengikuti jejak Belanda. Jika Belanda berhasil mendirikan loji di suatu tempat, di dekat loji Belanda itu pulalah Inggris mendirikan lojinya. Jika ada perselisihan antara Belanda dengan raja-raja Indonesia, Inggrislah yang membantu pihak kita. Tetapi karena membantunya itu tidak sungguh-sungguh, akibatnya orang Inggris banyak menderita kekalahan, dan tidak berhasil menanamkan kekuasaan di tanah air kita.

VOC, kompeni

Adapun maksud kedatangan bangsa Inggris dan Belanda ke Indonesia sama dengan bangsa-bangsa Potugis dan Spanyol, yaitu ingin mendapatkan rempah-rempah dengan harga yang relatif murah. Hanya bedanya, bangsa Inggris dan Belanda tidak mengemban tugas suci untuk menyiarkan agama. Perlu diketahui bahwa kedatangan Belanda ke Indonesia itu ada hubungannya dengan keadaan di Eropa. Pada akhir abad ke-15 para pedagang Belanda itu sudah memperdagangkan rempah-rempah yang diambilnya dari Lisabon. akibat Spanyol menguasai Portugal pada tahun 1585, sementara itu Spanyol berperang melawan Belanda, maka sejak itu para pedagang Belanda tidak dapat membeli rempah-rempah ke Lisabon. Oleh karena itu Belanda terpaksa berusaha sendiri mencari jalan ke tanah asal rempah-rempah.

Pada tahun 1595 bangsa Belanda berangkat dari negerinya menuju ke Indonesia (tanah asal rempah-rempah). Pelayaran pertama yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman itu memakan waktu kira-kira empat belas bulan. Pada tahun 1596, Belanda baru datang di pelabuhan Banten untuk yang pertama kalinya. Para pedagang dari bermacam-macam negara yang berada di Banten secara ramah menyambut kedatangan para pedagang Belanda itu. Sebab dengan kedatangannya itu berarti menambah ramainya perdagangan di Banten. Tetapi suasana baik itu akhirnya dirusak oleh kesombongan dan kekerasan Cornelis de Houtman sendiri. Akibatnya pedagang Belanda tidak memperoleh keuntungan seperti yang mereka harapkan. Akhirnya Cornelis de Houtman memutuskan untuk pulang kembali ke negerinya dengan cara mengelilingi Pulau Jawa. Pelayaran mereka menyusur Laut Jawa. Karena kekasaran dan kesombongannya tersiar di sepanjang pantai utara Pulau Jawa, maka kapal-kapal mereka tidak boleh berlabuh di pelabuhan-pelabuhan yang ada di pantai utara Pulau Jawa.

Sesampainya di Pulau Bali, Cornelis de Houtman mengubah sikapnya yang keras dan sombong itu menjadi lebih sopan. Oleh karena itu kapalnya boleh berlabuh dan meperoleh rempah-rempah meskipun hanya sedikit. Namun demikian mereka sudah merasa puas, karena sudah mengetahui tanah asal rempah-rempah itu. Setelah pelayaran Belanda ke tanah asal rempah-rempah yang pertama itu terlaksana, lalu disusul dengan pelayaran yang kedua. Pelayaran yang kedua di bawah pimpinan Jacob van Neck tiba di Banten pada tahun 1598. Dibandingkan dengan Cornelis de Houtman, Jacob van Neck lebih bersikap sopan. Oleh karena itu di temapt-tempat yang disinggahi selalu ditanggapi dengan baik. Setelah Belanda mendapatkan lada di Banten, rombongan Jacob van Neck itu meneruskan pelayarannya ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. Karena tingkah lakunya juga tetap sopan, di daerah-daerah ini pun mereka juga disambut dengan baik oleh para raja maupun rakyatnya.

Setelah kapal-kapal Jacob van Neck penuh dengan rempah-rempah, lalu pulang dengan rasa puas. Sejak itu banyak kapal dagang Belanda bermunculan di perairan Indonesia. Mereka mempunyai tujuan sepeti semula, yaitu berdagang dan mencari rempah-rempah. Tetapi pada akhirnya terjadi persaingan di antara kawan-kawan mereka sendiri. Untuk menjaga supaya tidak timbul persaingan di antara kawan-kawan sendiri, maka pada tahun 1602 didirikan persekutuandagang yang dinamakan Vereenigde Oost Indische Compagnie disingkat VOC, yang oleh Indonesia disebut kompeni. VOC itu di Indonesia sebagai wakil resmi pemerintah Kerajaan Belanda. Karena itu VOC diberi hak-hak dan kewajiban seperti yang ditetapkan oleh parlemen Kerajaan Belanda, yaitu sebagai berikut:

  • Hak untuk monopoli perdagangan antara Tanjung Harapan Baik dan Selat Magelhaens, termasuk Indonesia.
  • Hak untuk mengadakan perjanjian.
  • Hak untuk mengumumkan perang.
  • Hak untuk membuat mata uang sendiri. 

Kecuali hak-hak seperti tersebut di atas, pemerintah Kerajaan Belanda juga memberi bantuan berupa kapal perang beserta perlengkapannya, misalnya : tentara, senjata, dan lain-lain. Dengan hak-hak seperti tersebut di atas serta bantuan-bantuan dari pemerintah Belanda, VOC (kompeni) dapat memaksakan kehendaknya di daerah-daerah yang mereka duduki. Dengan demikian kedudukan para pedagang selain VOC (seperti : Portugis, Inggris, Jawa, Makassar, dan lain-lain) menjadi terdesak. Dalam kegiatan melakukan perdagangan, VOC (kompeni) mendirikan kantor-kantor dagang di beberapa tempat yang mereka anggap penting, misalnya : di Jayakarta, Banten, Gresik, dan Ternate. Untuk mengurusi bidang ketatausahaan, VOC (kompeni) mengangkat seorang yang berpangkat Gubernur Jenderal. Gubernur Jenderal yang pertama adalah Pieter Both, untuk pimpinan harian terdiri dari tujuh belas orang yang disebut de Heren Zeventien. Dalam perkembangan selanjutnya, VOC (kompeni) yang semula hanya suatu kongsi dagang saja itu akhirnya mempunyai kekuasaan besar dan dapat menanamkan kekuasaannya di tanah air kita. Demikianlah sobat master-masday, sekelumit tentang sejarah berdirinya VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie). Semoga bermanfaat.



Read more ...

Saturday, 21 March 2015

I LIKE MONDAY

Pagi sobat master-masday, saya harap para sobat selalu semangat dalam setiap menyambut hari. Kenapa saya seringkali menggunakan kata 'PAGI' dalam memulai beberapa tulisan saya, karena kata 'PAGI' menunjukaan semangat dan antusiasme. Kalau di pagi hari kita sudah bersemangat tentu akan berdampak positif sepanjang hari, kalau di awal waktu (pagi hari) saja sudah tidak ada semangat maka dapat disimpulkan tidak akan ada semangat dan antusiasme dalam satu hari tersebut.

Monday, I Like Monday

Kembali ke judul artikel, sebenarnya slogan yang selama ini kerap kita dengar adalah "I HATE MONDAY". Slogan ini digembor-gemborkan terutama pada hari senin ketika mengawali hari, saya pribadi sangat tidak setuju dengan slogan tersebut, karena tidak ada semangat dan antusiasme di sana. Bagaimana kita mau sukses kalau dalam mengawali hari kita tidak mempunyai semangat dan antusiasme malah mengutuk-ngutuk hari, ini tentu akan berdampak pada kinerja kita sepanjang hari. Bukankah hari senin adalah awal untuk kita menyusun rencana untuk hari-hari berikutnya??? Bukankah hari senin adalah kesempatan kita untuk menabur manfaat dan kasih sayang kepada sesama??? Bukankah hari senin kita disunnahkan berpuasa??? Jadi sangat tidak bijak slogan "I HATE MONDAY". Saya lebih setuju dengan slogan "I LIKE MONDAY" yang menunjukkan adanya semangat dan antusiasme dalam mengahadapi hari dan menjalani hidup ini, karena pada hari senin adalah kesempatan kita untuk menabur manfaat dan kasih sayang kepada sesama, tentunya tidak terkecuali hari-hari yang lain.

Saya menganjurkan setiap pagi terutama di hari senin kita mengucapkan dan membatinkan slogan "I LIKE MONDAY" agar kita selalu semangat dan antusias dalam mengawali hari, slogan tersebut juga mencerminkan rasa syukur kita kepada yang Maha Menciptakan hari, yaitu ALLAH subhanahu wa ta'ala. Dengan semangat dan antusiasme serta diiringi rasa syukur maka kesuksesan akan lebih mudah terwujud. Demikianlah artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi para sobat master-masday semua. Pagi Yang Indah Tersenyumlah, Keep Your Spirit.

Read more ...

Friday, 20 March 2015

SEJARAH KERAJAAN CIREBON

Para sobat master-masday, sudah lama www.master-masday.blospot.com tidak menulis artikel dikarenakan kesibukan sehingga kurang sempat menulis artikel. Kali ini akan membahas tentang Sejarah Kerajaan Cirebon. Dalam pemerintahannya di Cirebon, Fatahillah berhasil menanamkan dasar-dasar agama Islam terhadap rakyatnya. Pada abad ke-16 orang-orang Cirebon bersama dengan orang Demak di bawah pimpinan Sunan Kalijaga dan Raden Sepat membangun masjid agung, yang diberi nama Cipta Rasa.

Fatahillah dapat dianggap sebagai salah seorang wali sembilan yang terkenal. Beliau selain sebagai wali, juga sebagai panglima perang dan pendiri Kerajaan Cirebon. Pemerintahan Fatahillah tidak berlangsung lama, karena beliau lebih menekuni bidang keagamaan. Oleh karena itu setelah Fatahillah menyerahkan pemerintahan kepada cucunya, lalu mengundurkan diri menyepi di Gunung Jati (sebelah barat Cirebon). Pada tahun 1570, Fatahillah meninggal dunia, dan dimakamkan di Gunung Jati (dan disebut Sunan Gunung Jati).

kerajaan cirebon

Dalam perkembangannya, Cirebon semakin berperan di bidang pemerintahan dan perdagangan. Cirebon nerupakan salah satu pusat pemerintahan di Jawa Barat di samping Jayakarta dan Banten. Dalam usaha Sultan Agung untuk merebut Bataviadari tangan Belanda, Cirebon dijadikan salah satu  tumpuan harapan untuk membantu Mataram. Hubungan Mataram dengan Cirebon makin dipererat. Pada tahun 1636 Sultan Cirebon berkunjung ke istana Sultan Agung Mataram.

Kondisi Cirebon yang berada di antara Batavia dan Mataram sangat sulit, karena kedua belah pihak berusaha menarik Cirebon sebagai sekutunya. Cirebon memilih jalan tengah. Namun hal ini tidak dapat dipertahankan, sehingga berakibat pecahnya kerajaan tersebut menjadi Kasepuhan dan Kanoman. Baik Kasepuhan, maupun Kanoman tidak dapat berkembang sebagai satu pusat pemerintahan. Namun demikian keberadaan Kasepuhan dan Kanoman sampai sekarang masih lestari sebagai salah satu pusat budaya kerajaan di Jawa Barat. Demikianlah uraian tentang Sejarah Kerajaan Cirebon. Semoga bermanfaat
Read more ...

Friday, 3 October 2014

SEJARAH KERAJAAN GOWA DAN TALLO

Pada abad ke-16 di Sulawesi Selatan ada dua kerajaan kembar, yaitu Kerajaan Gowa dan Tallo. Hubungan kedua kerajaan itu sangat baik, sehingga keduanya dapat mewujudkan satu kerajaan yang terkenal dengan nama Kerajaan Gowa Tallo atau Kerajaan Makasar ibukotanya Sombaopu. Pada sekitar tahun 1605 oleh Dato ri Bandang (dari Sumatera), agama Islam disiarkan di kerajaan tersebut. Karena adanya kerjasama yang erat, Kerajaan Gowa Tallo tumbuh menjadi kerajaan besar dan maju. Kedua kerajaan itu diperintah bersama-sama oleh Daeng Manrabia dan Karaeng Matoaya. 

Kerajaan Gowa diperintah oleh Daeng Manrabia dengan gelar Sultan Alauddin, sedangkan Kerajaan Tallo diperintah oleh Karaeng Matoaya dengan gelar Sultan Abdullah. Selain sebagai raja di Tallo, Sultan Abdullah juga merangkap sebagai mangkubumi di Kerajaan Gowa. Dalam pemerintahan kedua raja ini, agama Islam berkembang dengan pesat di Sulawesi Selatan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Gowa dan Tallo merupakan kerajaan Islam pertama di Sulawesi.

gowa, tallo


Kerajaan Makasar tumbuh menjadi negara maritim, karena letaknya di persimpangan jalan perniagaan, yaitu :
  • Jalur ke utara        : menghubungkan Philipina dan Cina,
  • Jalur ke timur        : menghubungkan Indonesia Timur,
  • Jalur ke selatan     : menghubungkan Nusa Tenggara,
  • Jalur ke barat        : menghubungkan Indonesia Tengah dan Indonesia Barat.
Oleh karena letaknya yang sangat strategisitu maka pelabuhan Makasar (Sombaopu), didatangi banyak kapal dagang antara lain dari Jawa dan Melayu. Mereka itu datang ke Sombaopu untuk membeli rempah-rempah yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh pedagang-pedagang Makasar. Dengan menggunakan perahu-perahu layar pinisi pedagang-pedagang Makasar berlayar ke Maluku untuk membeli rempah-rempah yang kemudian dijual ke Sombaopu. Dengan demikian Sombaopu menjadi pelabuhan transito yang sangat ramai, sehingga pedagang-pedagang yang bertempat tinggal di sekitar Makasar tidak perlu lagi pergi ke Maluku untuk membeli rempah-rempah. Kerajaan Makasar mencapai puncak kebesarannya pada zaman pemerintahan Sultan Hasanuddin (1653- 1669).
Silahkan baca juga Sejarah Kerajaan Cirebon 

  
Read more ...

Friday, 11 July 2014

MEMILIH PEMIMPIN YANG AMANAH

Memilih pemimpin yang amanah memang bukan pekerjaan yang mudah tapi bukan hal mustahil yang bisa kita lakukan. Seorang pemimpin memang wajib bersifat amanah, karena jabatan/kekuasaan adalah suatu amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Sebagai pelajaran sekaligus renungan bagi kita, mari kita perhatikan jawaban surat yang diajukan Umar Ibn Abdul Azis (tatkala diangkat menjadi seorang khalifah) kepada seorang ulama besar yang bernama Hasan al-Basri.
Al-imamul adil, wahai amirul mukminin, bagaikan ibu
yang belas kasih terhadap anaknya; rela menanggung beban mengandung 
dan melahirkannya; mendidiknya penuh kesabaran;
menjaganya siang malam; gembira bila anak-anaknya sehat dan
sedih ketika ada keluhan sakit darinya.
Potongan kalimat di atas adalah sebagian isi jawaban surat dari Hasan al-Basri kepada Umar Ibn Abdul Azis. Keingina yang kuat dalam diri Umar Ibn Abdul Azis agar dapat menjalankan amanah dengan baik, membuat dirinya bersegera menulis surat kepada ulama Hasan al-Basri untuk memohon petunjuk tentang bagaimana seharusnya memnjadi pemimipin yang amanah dan adil.

Dalam sejarah kita tahu bahwa Umar Ibn Abdul Azis merupakan seorang khlalifah yang sukses dalam memimpin, tidak hanya dalam bidang politik, melainkan pula dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, serta keamanan. Mencermati surat di atas, memang tepat sekali perumpamaan yang dipilh oleh ulama besar Hasan al-Basri mengenai sosok pemimpin pada rakyatnya. Yaitu seperti seorang ibu yang penuh kasih sayang pada sang anak, begitu juga seharusnya seorang pemimipin pada rakyatnya. Penuh perhatian pada rakyat merupakan sebuah sifat yang seharusnya ada dalam diri seorang pemimpin. Sehingga kekuasaan yang berada pada tangannya dijadikan alat guna mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya, dan bukan sebaliknya. Yaitu menjadikan dirinya sebagai prioritas utama dalam menggapai kesejahteraan, kemudian baru rakyatnya.

soekarno, hatta

Dalam kaitan inilah, tepat kiranya jika kita mengambil pelajaran dari sosok Nabi Muhammad saw. yang menjadikan diri beliau seorang pemimpin yang merasakan lapar lebih dahulu, dan merasa kenyang di saat umatnya telah merasa kenyang. Artinya, kepentingan dan kesejahteraan umatlah yang menjadi prioritas utama dalam menjalankan roda kepemimpinannya. Hal itu dapat dibuktikan antara lain dengan tidak adanya istana dan singgasana yang dimiliki oleh Nabi Muhammad saw. Bahkan alas beliau pun hanyalah pelepah kurma yang membekas di tubuh beliau, bukan kasur empuk, sebagaimana dimiliki oleh para pemimpin atau penguasa lainnya.

Dalam kaitannya dengan hajatan pemilihan presiden dan wakil presiden di republik ini, dimana proses pemilihannya dilakukan secara langsung, menjadi tugas kita bersama untuk menentukan pilihan pada calon pemimpin yang kita anggap dapat mengemban amanah serta dapat mengemban tugas dengan baik. Paling tidak, apa yang telah dilakukan oleh para kandidat presiden dan wakil presiden pada masa silam, dapat menjadi rujukan kita dalam menentukan pilihan. Sifat-sifat yang lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, golongan dan partainya, merupakan diantara pertimbangan kita dalam menentukan pilihan pada calon pemimpin negeri ini. Sehingga harapan dan keinginan kita bersama agar negara ini keluar dari krisis yang berkepanjangan (terutama agar negara ini bebas dari korupsi yang sangat menyengsarakan rakyat), bukanlah hanya sebuah impian indah semata. Semoga bermanfaat.
Silahkan baca juga Renungan Untuk Para Pejabat  


    
Read more ...

Tuesday, 12 March 2013

SEJARAH KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE

Sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore dalam artikel ini mencoba mendeskripsikan tentang sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore. Di Kepulauan Maluku pada mulanya terdapat empat buah kerajaan, yaitu : Bacan, Jailolo, Ternate, dan Tidore. Di antara empat kerajaan itu yang akhirnya berperanan penting adalah Kerajaan Ternate dan Tidore. Wilayah Kerajaan Ternate dan Tidore meliputi Kepulauan Maluku dan Irian.

Pentingnya peranan Ternate dan Tidore karena kedua-duanya sebagai penghasil rempah-rempah (pala dan cengkeh). Oleh karena itu, banyak pedagang yang berasal dari Jawa Timur ( antara lain Gresik) datang ke sana. Mereka membawa barang-barang dagangan seperti : beras, kacang-kacangan, garam, dll. Barang-barang tersebut di Ternate dan Tidore ditukar dengan rempah-rempah. Kecuali pedagang-pedagang dari Gresik, bangsa Barat pun datang juga di tempat tersebut dengan maksud yang sama. Pedagang-pedagang dari Gresik itu di samping membeli rempah-rempah juga menyiarkan agama Islam. Dengan demikian pada abad ke-15 agama Islam sudah tersiar di Kepulauan Maluku, antara lain di Ternate dan Tidore.


kerajaan ternate dan tidore, sejarah ternate dan tidore

Dalam perkembangan selanjutnya ternyata Ternate bersaing dengan Tidore untuk dapat menguasai perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu, baik Ternate maupun Tidore membentuk suatu Persekutuan Dagang yang di sebut :
  • Persekutuan Uli Lima yang berarti persekutuan lima (lima bersaudara), yang dipimpin oleh Ternate dengan daerah-daerahnya di : Ambon, Seram, Ubi, dan Bacan.
  • Persekutuan Uli Siwa yang berarti persekutuan sembilan (sembilan bersaudara), yang dipimpin oleh Tidore dengan daerah-daerahnya di : Jailolo (Halmahera), Makian, dan pulau-pulau di sekitarnya sampai Irian.
Demikianlah artikel tentang Sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore. Semoga bermanfaat.
Silahkan baca juga Sejarah Kerajaan Gowa dan Tallo
Read more ...
master-masday.blogspot.com :

#9#

Designed By Blogger Templates